Tuesday, April 29, 2014

Cara Pembuatan Kuningan

APAKAH KUNINGAN ITU?


Kuningan adalah paduan antara logam tembaga(cu) dengan seng(zn) dengan kadar  yang bervariasi antara 10% - 40%,dan semakin tinggi kadar kuningan maka akan semakin kuat seng itu,tapi bila zn melebihi 40% seng akan mengalami penurunan kekuatan dan bila dilebur seng akan menguap membuat tembaga lebih sempurna sehingga akan menjadi lebih keras dan karena itu lebih baik untuk dikerjakan dengan mesin.

Keunggulan dari logam kuningan:

  1. Logam yang tahan korosi
  2. Alat penukar panas yang baik(biasa digunakan pada  onderdil kendaraan)
  3. Memiliki keuletan yang tinggi & mudah di bentuk
  4. Sebagai katalis yang baik (Katalis merupakan suatu zat  yang mempengaruhi kecepatan reaksi tetapi tidak dikonsumsi dalam reaksi dan tidakmempengaruhi kesetimbangan kimia pada akhir reaksi)

TENTANG KUNINGAN

Paduan seng sampai 39% memberikan hablur campuran lebih kenyal sehingga dalam keadaan dingin dapat dengan sempurna dirobah bentuknya dan tahan korosi tinggi. Paduan Tembaga-seng atau kuningan dapat digunakan untuk alat penukar panas, suku cadang yang tahan korosi dan kuat serta memiliki keuletan. Diagram Fasa Cu-Zn terdiri dari enam fasa yaitu α, β, δ, γ, ε, dan η. Dari semua fasa itu yang penting secara industri adalah logam kuningan dengan fasa α, dan β. fasa α mempunyai struktur FCC dan β mempunyai struktur BCC ada juga fasa β' dengan kisi super. Dari diagram fasa untuk paduan tembaga seng 70%-30 %, fasa α merupakan fasa lunak dan mudah dikerjakan, sedangkan paduan tembaga seng 60 – 40, adalah merupakan fasa α + β yang mempunyai kekuatan tinggi dan paduan ini mempunyai kekuatan tarik yang tinggi.


Paduan tembaga seng yang dicampur unsur ke tiga digunakan untuk memperbaiki sifat ketahanan korosi, ketahanan aus dan sifat mampu mesin.Unsur-unsur yang dipadu terutama Mn, Sn, Fe, Al, Ni dan Pb. Unsur-unsur ini larut padat dalam α dan β, sehingga tidak membentuk fasa baru hanya mengubah perbandingan antara fasa α dan β. 


CARA PEMBUATAN KUNINGAN

Yang akan kita bahas disini adalah cara pembuatan logam kuningan dengan cara pengecoran,karena cara pengecoran ini adalah satu-satunya cara yang biasa digunakan dalam industri logam kecil ataupun industri besar.

Cara pengecoran


PENGECORAN (FOUNDRY)

Adalah proses pembentukan (deformasi)logam dengan cara menggunakan cetakan berongga (mould) yang diisi oleh logam cair.

Terdiri dari 2 bagian proses :

  1. Cetakan, berfungsi memberikan bentuk/dimensi serta sifat permukaan.
  2. Logam Cair, memberikan sifat mekanis, tergantungkomposisi logam.



Sejarah kegunaan fungsi benda cor kuningan:
  1. Mementingkan pada bentuk:pada awalnya adalah untuk membuat perhiasan/alat pemujaan
  2. Mementingkan bentuk dan dimensi, berkembang menjadi bahan pembentukan alat-alat rumah tangga.
  3. Berkembang mementingkan  bentuk,dimensi,dan kekuatan.

Pengecoran logam adalah proses peleburan atau proses pencairan logam kemudian logam cair dituangkan ke dalam cetakan dan logam kemudian dibiarkan dingin membeku. Proses pengecoran meliputi pembuatan cetakan, persiapan, peleburan, penuangan logam cair ke dalam cetakan dan proses lanjutan logam hasil coran. 

Pada proses pengecoran logam kuningan di industri kecil yang ada masih menggunakan sistem cetakan pasir, dalam peleburan kuningan cor ini umumnya dimanfaatkan dari bahan bekas yang dilebur dengan tanur krus atau dengan tanur induksi frekwensi rendah. Temperatur cairan sebaiknya jangan terlalu tinggi jika terlalu tinggi bisa menghilangkan kadar seng karena penguapan.


TABEL TITIK CAIR KUNINGAN


Berikut adalah gambar penuangan logam bahan baku kuningan yang di lebur dan dimasukkan ke dalam cetakan.


HASIL JADI



CARA PENGUJIAN KUNINGAN

Pengujian kekuatan tarik bahan mengunakan peralatan uji tarik dengan berbagai model dan tipe, Pengujian tarik dilakukan untuk mengetahui deformasi plastis yang terjadi pada bahan uji,pada logam-logam coran tidak terdapat pengecilan penampang setempat sampai bahan logam tersebut patah hal ini disebabkan kerena struktur butiran benda cor lebik kasar dibandingkan dengan pembentukan material dengan proses lain.

  • UJI TARIK
  • UJI KEKERASAN

Pengujian kekerasan permukaan Hardness Test  yang dilakukan dengan menggunakan peralatan uji kekerasan. Pengujian ini dilakukan untuk mendapatkan data mengenai perubahan kekerasan permukaan untuk tiap-tiap bahan uji.

0 comments:

Post a Comment

My Blog List