Thursday, May 8, 2014

Harga Jual Listrik Mikro Hidro Baru 2014 Ditetapkan

JAKARTA - Pemerintah berusaha mendorong investasi pembangkit listrik bersumber energi air skala kecil (PLTMH/Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro). Ini dilakukan dengan menetapkan harga jual listrik mikro hidro yang baru. Hal tersebut diharapkan mendorong pengusaha untuk giat membangun PLTMH dengan daya maksimal 10 megawatt (MW).
    
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menyatakan, pihaknya telah menetapkan harga jual mikro hidro senilai Rp1.075 per kilowatt per jam (kWh). Harga tersebut bakal berlaku hingga tahun ke delapan perjanjian jual beli listrik (PJBL).
   
''Saya sudah menandatangani SK menteri mikro hidro. Saya harap ini bisa mendorong pembangkit listrik skala menengah ke bawah,'' jelasnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, kemarin (5/5).
    
Dia mengungkapkan, potensi sumber energi air untuk pembangkit listrik di Indonesia sangat besar. Total potensi yang sudah didata mencapai 75 ribu MW. Itu terdiri dari potensi wilayah Papua sebesar 22.350 MW; potensi Kalimantan 21.600 MW; potensi Sumatera sebesar 15.600 MW; potensi Sulawesi 10.200 MW; potensi Jawa sebesar 4.200 MW; potensi Bali dan Nusa Tenggara 620 MW; dan potensi Maluku 430 MW.
    
''Dari merdeka hingga saat ini, Indonesia baru bisa menghasilkan 50 ribu MW. Berarti, jenis energi ini saja sudah bisa melistriki seluruh Indonesia,'' jelasnya.
    
Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengungkapkan, permen tersebut saat ini sedang diundangkan untuk mendapatkan nomor negara. Setelah ditetapkan, pihaknya juga berencana untuk menyosialisasikan peraturan tersebut.
    
''Nanti kami mengundang calon investor, perbankan, dan pemerintah daerah. Sehingga kebijakan ini bisa diketahui semua orang,'' imbuhnya.
    
Dia merinci, Rp1.075 per kWh merupakan feed in tariff (tarif tetap) untuk delapan tahun pertama. Acuan tersebut bakal diterapkan di wilayah Jawa Madura dan Bali. Untuk wilayah lainnya, bakal mendapat tambahan sesuai faktor ketersediaan infrastruktur dan logistik. Misalnya, wilayah Papua dan Papua Barat yang mendapatkan tambahan 60 persen. Itu artinya, harga jual listrik PLTMH di wilayah tersebut bakal menjadi Rp17.20 per kWh.
    
''Harga ini untuk transmisi kabel tegangan menengah yakni 10 MW. Untuk kabel tegangan rendah 250 kilowatt, harga delapan tahun pertama akan Rp1.270 per kWh. Itu juga ditambah dengan faktor f per wilayah. Kalau di Sumatera harga itu dikalikan faktor f sebesar 1,1,'' jelasnya.
    
Ketika ditanya tanggapan PLN, Rida mengaku BUMN tersebut sudah diminta pendapat mengenai harga tersebut. Menurutnya, PLN menyerahkan semua keputusan harga terhadap pemerintah. Lagipula, kebijakan ini dinilai sebenarnya menguntungkan pihak PLN secara total.
    
''Setelah delapan tahun, harga jualnya akan turun. Yang tegangan menengah akan menjadi Rp750 per kWh. Sedangkan yang tegangan rendah juga turun menjadi Rp770 per kWh. Itu akan berlaku sampai akhir kontrak. Nah, biaya pokok produksi (BPP) PLN di Jawa saja sudah melebihi Rp800 per kWh. Jadi, secara resultan PLN yang diuntungkan,'' urainya. 

0 comments:

Post a Comment

My Blog List