Sunday, June 1, 2014

Pakan Ternak berbasis Alfaafa


A.  Pengertian Alfaafa (Medicago Sativa L)

Alfaafa merupakan tanaman keluraga leguminosa yang berasal dari Pegunungan Mediterania yang dapat tumbuh subur di daerah tropis.  Tumbuhan ini kaya nutrisi dengan zat-zat yang terkandung di dalamnya antara lain vitamin A, B1, B2, B3, B6, C, D, E, K, dan mineral seperi Kalsium, besi, Mangan, Magnesium, Kuprum, Zink, khlorofil dan karetonoid (Anonim, 2006, Chistophres, 2006, Foster, 2004).

Alfaafa dapat dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung.  Di Amerika, Canada, Eropa, Australia, Negara Asia Pasific menggunakannya sebagai pakan utama dalam industri peternakan baik untuk ruminansia, unggas, ikan dan industri ternak lainnya.  Melalui penelitian oleh Indonesia Alfaafa Centre dengan proses pengadaptasian iklim negara tropis sehingga tanaman ini dapat ditanam dan tumbuh baik di Indonesia dan disebut Alfaafa Tropis (2003).

Rumput Alfaafa termasuk tanaman C3 dengan suhu optimum 150 – 250 C. Daunnya hampir tegak lurus terhadap matahari sehingga mampu menyerap cahaya matahari sebanyak mungkin dan memperlihatkan laju maksimum setinggi tanaman C4.  Tanaman ini mempunyai akar yang memanjang samapi 7 – 10 m ke bawah mencapai muka air tanah dan tidak pernah mengalami potensial air nagatif yang ekstrim karena tanaman ini bersifat pegguna air.  Tanaman Alfaafa dapat tumbuh pada setiap jenis tanah dengan sifat akar tunggang menyebabkan tanaman ini dapat tumbuh dan toleran terhadap tanah tropis Indonesia.

Alfaafa dapat dipanen pada tahun I dengan luas lahan 1 Ha akan dihasilkan 12.000 kg, pertama panen pada umur 50 hari, panen kedua pada umur 40 hari dengan hasil panen 15.000 kg dan panen ketiga pada umur 21 hari dengan hasil panen 20.000 kg.  Selanjutnya tiap 21 hari dipotong selama 1 tahun sampai 15 kali panen. Tahun II dan III dipanen tiap 21 hari dengan pemupukan rutin tanpa menanam kembali.  Total panen 55 kali selama 3 tahun.  Pada tahun ke IV kembali menanam seperti awal.

Pemotongan harus diperhatikan agar jangan sampai tercabut karena pada panen I akar masih pendek sekitar 10 – 20 cm di bawah tanah.  Hasil panenan dikeringkan dalam ruangan dan tidak boleh terkena sinar matahari langsung selama 3 – 5 hari lalu dapat difermentasikan dengan mikroba Alfaafa (MA 11) dan akan bertahan sampai 6 bulan.  Pemakaian hasil fermentasi Alfaafa dengan MA 11 dapat membantu peternak menekan biaya pakan karena harga pakan konsentrat mahal.

Tanaman Alfaafa merupakan tanaman leguminoseae yang dapat melakukan fiksasi N2 udara dengan cara bersimbiosis dengan bakteri Sinorhizobium mililoti. Microbia Alfaafa jenis Azobachter yang berinang mampu mengurai dan menghancurkan (dekomposer) berbagai bahan organik seperti pakan dan bokasi dalam waktu kurang dari semalam Kemampuan ini digunakan untuk meningkatkan produksi berbagai ternak maupun pertanian tanaman pangan.

Cairan mikroba ini telah berhasil dikembangkan dan telah banyak testimony yang mengakui keberhasilannya sehingga dinamakan MA-11 atau mikroba Alfaafa dengan kode 11.  MA 11 adalah hasil pengembangan bakteri mikroba yang bersumber dari tanaman Alfaafa yang dipadukan dengan bakteri dari rumen sapi. Sedangkan mikroorganisme yang terdapat di dalam bakteri rumen sapi dapat meningkatkan fermentasi limbah dan sampah organik, meningkatkan ketersediaan unsur hara untuk tanaman serta menekan aktifitas serangga, hama dan mikroorganisme pathogen.

Bioteknologi telah dikembangkan oleh MA-11 sehingga menjadi Superdekomposer yang meliputi :
  • Bakteri pencerna selulosa (Bakteroidessuccinogenes, Ruminococcus flavafaciens, Ruminococcus albus, Butyrifibriofibrisolvens).
  • Bakteri pencerna hemiselulosa (Butyrivibrio firbrisolvens, Bakteoides ruminocola, Ruminococcus sp).
  • Bakteri pencerna pati (Bakteroids ammylophilus, Streptococcus bovis, Succinnimonas amylolytica).
  • Bakteri pencerna gula (Triponema bryantii, Lactobasilus ruminus).
  • Bakteri pencerna protein (Clostridium sporogenus, Bacillus licheniformis).
  • Bakteri Rhizobium Alfaafa (Bakteri mengikat N2 / Nitrogen Bebas)
Dengan kolaborasi bebebrapa bakteri ini maka menjadikan MA 11 adalah decomposer paling cepat dan dalam waktu 24 jam hasil fermentasi baik untuk pakan maupun pupuk sudah dapat langsung digunakan.

B.  Fermentasi Jerami dengan Mikroba Alfaafa 11 (MA 11)

Fermentasi jerami sebagai pakan sapi dapat menggunakan dengan bermacam-macam cara, diantaranya fermentasi jerami dengan menggunakan Mikroba Alfaafa atau MA 11, secara un aerob, fermentasi ini dalam waktu yang singkat kurang lebih 24 jam maksimal 2 hari, jerami fermentasi dibongkar dan diangin-anginkan dan sudah dapat diberikan pada ternak.

Proses fermentasi jerami membutuhkan waktu 24 jam maksimal 2 hari, selama dalam proses 8 jam fermentasi jerami mulai bereaksi panas.  Setelah 24 – 48 jam fermentasi jerami siap dibongkar. Sebaiknya pembongkaran dilakukan pada malam hari kemudian diangin-anginkan sebelum diberikan pada sapi.  Hasil fermentasi dalam jumlah banyak dapat ditumpuk dan disimpan di tempat kering dan terlindungi.

Jerami fermentasi dengan menggunakan MA 11 sangat digemari sapi, banyak makanan yang dicerna dan terserap sehingga faeces lebih sedikit, tidak berair dan tidak berbau.  Jerami mengalami peningkatan kandungan protein kasarnya yaitu 3-4% menjadi 9 - 14 %.  Pada sapi lokal dan Peranakan Ongole (PO) terjadi peningkatan pertambahan berat badan rata-rata 1 – 1,5 kg/hari setelah diberikan fermentasi jerami pada hari ke sepuluh.

Selain jerami, fermentasi dengan MA 11 juga dapat dilakukan pada beberapa bahan pakan lain yaitu pada rumput, limbah sayur, enceng gondok setengah kering. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum pembuatan fermentasi jerami dengan MA 11 yaitu menyiapkan bahan yang diperlukan, peralatan, ruangan.  Adapun bahan yang digunakan: jerami padi 1 ton dengan kadar air 5 – 10%, MA 11 sebanyak 250 ml, air matang 10-15 liter, tetes tebu/molase 0,5 – 1 liter, gula pasir 75 gram dan bekatul 50 – 100 kg.  Bekatul dapat diganti dengan onggok atau ampas ketela pohon, ampas tahu dan gerajen pohon kelapa.   Peralatan yang diperlukan yaitu bendo/sabit, alas kayu, palstik/terpal, ember, gayung, sendok makan pengaduk kayu, penyemprot, dan tali raffia.

Langkah pertama yaitu membuat larutan MA 11 dengan mencampur rata air matang, molase/tetes tebu, gula pasir dan MA 11, kemudian diamkan selama 5 – 10 menit. Sementara menunggu perkembangbiakan mikroba, langkah kedua yaitu menyiapkan terpal/plastik sebagai alas kemudian memotong jerami dengan panjang kira-kira 20 cm untuk pakan sapi dan 10 cm untuk pakan kambing dan domba.  Masukkan jerami ke dalam plastik dipadatkan setebal 30 cm dan taburkan bekatul tipis dan merata.  Langkah ketiga semprotkan larutan MA 11 secara merata. Ulangi hal tersebut sampai jerami habis.  Langkah terakhir tutup rapat jerami padi dan difermentasikan selama 24 jam sampai 2 hari. Setelah 24 jam maksimal 2 hari, dibongkar dan diangin-anginkan sebelum diberikan pada sapi, kambing dan domba.

C.         Fermentasi Gedebog Pisang dengan Mikroba Alfaafa 11 (MA 11)

Fermentasi gedebog pisang dapat digunakan untuk pakan kambing dan domba, fermentasi gedebog pisang ini menggunakan mikroba Alfaafa 11 atau MA 11 secara un aerob dalam waktu 48 – 72 jam.  Selama proses 8 jam fermentasi gedebog pisang mulai bereaksi panas. Lama fermentasi juga tergantung pada jenis gedebog pisangnya, kalau menggunakan gedebog pisang kepok pipit atau wonosebo, baru dapat dibongkar pada hari ke-3, sedangkan untuk jenis gedebog pisang lainnya seperti gedebog pisang kluthuk dan yang jenis lain fermentasi cukup 2 hari atau 48 jam sudah dapat dibongkar diambil seperlunya saja sesuai kebutuhan.  Usahakan dalam membongkar tidak terkena sinar matahari langsung, kemudian diangin-anginkan kurang lebih 5 menit hingga 10 menit sehingga sudah dapat diberikan pada kambing atau domba, selanjutnya ditutup kembali.

Fermentasi gedebog pisang dengan MA 11 sangat disukai kambing atau domba sehingga mempengaruhi penambahan berat badan.  Pemberian pakan dapat diberikan dua kali sehari, pagi dan sore hari.  Pemberian pakan disertai pemberian minum air bersih atau rebusan air kedelai dari limbah tempe/tahu yang juga difermentasi dengan menggunakan MA 11 selama 24 jam.  Fermentasi air rebusan kedelai juga diangi-anginkan sebelum diberikan pada ternak agar gas menguap. Pemberian pakan pada sore hari jumlahnya lebih banyak untuk pembentukan daging. Selain diberi pakan fermentasi gedebog pisang, kambing atau domba tetap diberi pakan berupa rumput, limbah pertanian dan daun-daunan seperti daun pisang, daun nangka, daun waru, kulit pisang dan pakan lainnya yang biasa diberikan pada kambing atau domba.

Fermentasi gedebog pisang dengan menggunakan MA 11 telah dilakukan oleh Kelompok Tani Ternak Kambing Bumi Ettawa Mulia di Desa Laren Kaliwadas Bumiayu Kabupaten Brebes, Kota Salatiga, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Grobogan dan lain sebagainya.‎


0 comments:

Post a Comment

My Blog List