Monday, June 16, 2014

Panen Pertanian dengan Teknologi Baru LED

Teknologi Baru LED Bikin Panen Padi 25 Kali Setahun. Perusahaan global di bidang pencahayaan, Royal Philips mengembakan salah satu lampu LED yang dibuat khusus untuk mengembangkan pertanian menjadi lebih berkualitas.

Bekerjasama dengan Green Sense Farms (GSF), sebuah pertanian komersil di daerah Chicago, membuat model pertanian inovatif ini dapat melakukan panen 20-25 kali dalam setahun dengan menggunakan 'resep cahaya' yang dioptimalkan untuk hasil tanaman mereka, dengan menghemat penggunaan energi sebesar 85 persen.

Hasilnya adalah peningkatan hasil panen dan biaya operasional yang lebih murah, disamping tetap menyediakan sayuran segar yang ditanam secara lokal untuk konsumen sepanjang tahunnya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memprediksi pertumbuhan populasi dunia hingga 2,5 miliar orang pada tahun 2050,dan 80 persen dari populasi dunia akan hidup di perkotaan. Pada saat yang sama, 80 persen dari tanah yang sesuai untuk bercocok-tanam telah digunakan.

Terlebih lagi, pola cuaca ekstrim di seluruh dunia telah menggagalkan panen sehingga menaikkan harga makanan, dan seiring dengan semakin sadarnya konsumen mengenai bagaimana makanan mereka dihasilkan, semakin sulit bagi petani untuk mengejar pertumbuhan perkotaan. Hal ini mendorong inovasi teknologi pertanian baru yang dapat membuat tanaman tumbuh tanpa cahaya matahari dalam ruangan yang dekat atau di daerah perkotaan.

Sensitivitas tumbuhan terhadap cahaya sangat berbeda dengan mata manusia, sehingga tanaman menggunakan jarak gelombang cahaya dengan lebih efisien dan merespon dengan cara yang berbeda pada gelombang cahaya yang berbeda pula.

Philips memiliki pengetahuan mendalam mengenai fenomena ini karena Philips telah terjun secara aktif dalam pencahayaan hortikultura sejak 1936, namun kemajuan teknologi LED memungkinkan penyesuaian optimal resep cahaya buatan bagi kebutuhan tanaman-tanaman tertentu.

Terlebih lagi, karena LED menyala pada temperature yang lebih dingin, penempatannya dapat diposisikan lebih dekat kepada tanaman secara optimal, memastikan pencahayaan sempurna menyeluruh pada tanaman tersebut.

"Setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan cahaya yang berbeda, dan bekerja sama dengan para petani berpikiran maju seperti GSF, Philips kini tengah membangun database dari 'resep cahaya' untuk varietas tanaman yang berbeda," ujar Udo van Slooten, Direktur Pencahayaan Hortikultura di Philips.

"GSF menggunakan teknologi hidroponik vertikal dengan pencahayaan pertanian Philips LED, sehingga mampu melakukan apa yang petani lain tidak dapat lakukan: menghasilkan jumlah produk berkualitas tinggi yang konsisten sepanjang tahun.

Metode ini juga mengeliminasi kebutuhan akan pestisida berbahaya, pupuk maupun zat pengawet, sehingga menghasilkan produk yang ditanam secara organik dan benar-benar bebas kimia.
(amr)

0 comments:

Post a Comment

My Blog List